|
| Buku Baru: Membuat Aksesori Bros dari Manik-manik |
| Wednesday, June 10, 2009 |

Alhamdulillah manikers, setelah cukup lama dalam proses dan penggodokan yang sepertinya tidak selesai-selesai, akhirnya terbit juga buku ke 7 saya, yaitu Membuat Aksesori Bros dari manik-manik. Thanks to Tabita dan www.mybeadpoint.com yang sudah membantu saya dalam hal pengadaan supply dan material pada saat penyusunan buku ini.
Dalam buku ini, tema utama adalah membuat bros, dengan berbagai bahan dasar, antara lain sarangan bros, jarum panjang ataupun peniti yang siap pakai. Memuat 17 desain, dengan berbagai teknik, dari teknik jahit hingga intermediate wire working. Jangan sampai ketinggalan ya Manikers...Available now in all leading book stores.
Ukuran : 20 x 20 cm Tebal : 72 halaman Terbit : Juni 2009
Sinopsis dari penerbit: Siapa sangka dari bahan manik-manik yang mungil ternyata dapat tercipta aksesori bros yang sangat indah dan mewah? Dengan bahan dan material pelengkap yang mudah diperoleh, Anda pun dapat membuat sendiri semua kreasi dalam buku ini. Bahan manik banyak pilihannya, baik yang berasal dari alam seperti amber, mutiara air tawar, batu onyx , ataupun manik buatan seperti mutiara imitasi, manik gelas ceko, swarovski, manik kristal, manik clay polimer, manik pasir jepang, dan lainnya. Sedangkan material pelengkapnya seperti peniti bros, kawat tembaga, aksesori metal, kawat baja nilon, jarum bros, tali nilon, dapat Anda peroleh di pasar tradisional. Selain itu, alat-alat yang dibutuhkan pun sangat sederhana yaitu gunting kecil, tang pemotong, kikir, dan lem.
Buku Aneka Bros ini memuat 17 kreasi yang terdiri dari bros peniti siap pakai, bros rangka dan lempeng berlubang, jarum bros, bros dari kawat dengan bentuk bunga dan fauna, dan bros gaya bohemian. Ditulis oleh penulis buku yang telah teruji, buku ini dilengkapi dengan cara membuat (step by step) disertai ilustrasi, yang memudahkan Anda untuk mengikuti dan mempraktikkannya.
ISBN: ISBN : 978-979-22-4626-1; 21001090141 |
posted by Mia @ 7:49 AM   |
|
|
|
| kawat Monel |
| Friday, June 05, 2009 |
Hallo Manikers,
Maaf sekali ya, dah lama sekali gak sempat update blog ini, padahal banyak sekali yang kepingin di share disini, tetapi karena kesibukan di luar jadi agak terbengkalai.
Ok, berhubung waktu saya juga mepet, saya langsung aja ya. Mungkin diantara manikers dah banyak yang tau soal kawat Monel.Kayaknya di beberapa toko supply udah mulai ramai diperbincangkan dan di unggulkan kawat ini, karena karakteristiknya yang memungkin dia tidak karatan dan juga warnanya serupa perak, yang utama tidak mahal.
Sebenarnya apa sich monel itu, akhirnya saya penasaran juga. Hasil menggali di beberapa search engine dan baca referensi kawat, akhirnya didapat begini nich, hasil translasi bebas ke bahasa Indonesia adalah:
Monel was created by David H. Browne, chief metallurgist for International Nickel Co. Monel alloy 400 is binary alloy of the same proportions of nickel and copper as is found naturally in the nickel ore from the Sudbury (Ontario) mines. Monel was named for company president Ambrose Monel, and patented in 1906 ( U.S. patent 811,239).
Monel sebenarnya adalah campuran metal Nikel dengan Tembaga, dengan komposisi 2 Nikel + 1tembaga yang dipolish sedemikian rupa sehingga didapat warna seperti putih-perak. Campuran alloy ini diinovasikan oleh David H. Browne, Kepala metallurgist dari International Nickel Co. Monel alloy 400 adalah campuran 2 metal dengan proporsi yang sama sebagaimana ditemukan alami di pertambangan Sudbury, Ontario , Canda. Monel adalah nama yang diberikan sesuai dengan nama Presiden perusahaan tersebut, Ambrose Monel, dan dipatenkan di USA pada 1906.
Karena karaktekristiknya yang non-corrosive (anti karat)´, kawat ini biasa digunakan pada pertambangan di dasar laut. Di perumahan dapat ditemukan pada wastafel tempat cuci tangan di dapur, ataupun lemari dapur. Pada bangunan biasa digunakan sebagai dekorasi dari gereja-gereja termasuk didalamnya pegangan pintu dll.
Pada dunia seni, kawat ini banyak digunakan para artist untuk membangun instalasi seni, membuat bentuk-bentuk seni dari kawat dan juga digunakan pada industri perhiasan.
Nah, karena kandungan utamanya adalah Nikel, yang menjadi pertanyaan adalah seberapa efek nikel yang dikandung kawat ini bila digunakan sebagai perangkai gelang atau kalung, yang bersentuhan dengan kulit pemakainya. Seperti diketahui sebagian orang orang akan mengalami iritasi kulit bila mengenakan perhiasan dari metal yang mengandung nikel.
Pertanyaan ini saya lemparkan ke teman2 di milist Manik2Cantik, dan hasilnya banyak dari teman-teman yang menggunakan kawat monel ini untuk membuat bros, yang boleh dibilang masih aman karena bros dikenakan di atas baju. Tetapi ternyata banyak juga teman manikers yang membuat rangkaian gelang dengan kawat monel dan sampai sejauh ini tidak ada laporan kurang bagus dari pemakainya. Tetapi walaupun demikian, mungkin buat teman2 yang sering menggunakan kawat jenis ini, ada baiknya mengingatkan customernya tentang keberadaan nikel ini, terutama bila mereka sensitif terhadap nikel (bisa ketahuan kalau muncul gatal2 dan iritasi di lokasi yg bersentuhan dengan metal).
Salam Manik! |
posted by Mia @ 1:27 AM   |
|
|
|
| Workshop M2C |
| Wednesday, March 25, 2009 |
Manikers.... ...... setelah beberapa bulan sempet absen, workshop intern hadir lagi di tgl 4 april 2009
Tutor: Mia Gofar tempat: house of rudy chaerudin tebet barast IX no 4 (belakang pasar tebet barat) waktu: 10.00- selesai
Materi: 1. Macrame 2 tali (Semua Level) biaya: rp 165.000 ALAT: Chain Nose Plier Pada workshop ini peserta diperkenalkan teknik lain untuk membuat aksesori selain dengan menggunakan teknik klasik stringing ataupun wire working.
Peserta akan membuat gelang, dengan teknik macrame, menggunakan gabungan manik-manik clay, manik swarovski dan manik Ceko. Hasil workshop menjadi milik peserta.

2. Basic Wire Wrapping (wire working intermediate) biaya rp. 145.000,- Alat: basic Plier, nylon jaws Plier
Pada workshop ini peserta akan mempelajari dasar dan variasi membungkus manik-manik dengan kawat dalam proses membuat bangle. Material digunakan : Manik2 Ceko dan German plated Wire. Hasil Workshop adalah milik peserta.

3. Flower Pearl Bracelet (Wire Working - Advance) biaya rp. 155.000 Pada workshop ini peserta belajar membuat komponen hiasan dari manik-manik dan kawat untuk diimplementasikan ké dalam bentuk perhiasan yang lebih kompleks.

4. Bead Weaving Investasi: Rp.210.000 Workshop ini memperkenalkan teknik off-loom weaving, yang biasa dikenal dengan Right Angle Weave, untuk menghasilkan ´desain-desain jewelry yang anggun dan berkelas.

5. Beginner Wire Crochet ( advance wire working) Investasi: Rp.225.000 Pada workshop ini peserta belajar mengimplementasikan teknik klasik crochet dengan menggunakan media kawat tipis. Selanjutnya peserta juga mempelajari penambahan manik-manik pada rangkaian yang dibuat. Menggunakan material swarovski mutiara dan swarovski crystal.

investasi: Tergantung Projek, berkisar antara 100-250ribu per projek.
cara pendaftaran:
1. kirim sms ke 081 310 300 364, nama dan kelas yang akan diambil 2. setelah medapat sms konfirmasi transfer uang pendaftaran ke rek bca retno ekasari 0950 480 572 3. setelah transfer sms ke 081 310 300 364 dengan menuliskan : pembayaran (nama peserta) (jumlah yang ditransfer)
Workshop terbuka untuk peserta member M2C ataupun non member. Minimum peserta setiapn projek adalah 6 orang. Projek ditiadakan bila kurang dari jumlah minimum peserta.
Salam Manik!Labels: Workshops |
posted by Mia @ 6:10 AM   |
|
|
|
| Taking a personal approach to fashion |
| Thursday, March 19, 2009 |
Tulisan tentang Manik2Cantik di Jakarta Post: Link: http://www.thejakartapost.com/news/2009/03/17/taking-a-personal-approach-fashion.html-0 --------------------------------------------------- Nayu Novita , CONTRIBUTOR , JAKARTA | Tue, 03/17/2009 3:43 PM | Lifestyle
Looking good and fashionable means nothing without the right accessories - from a simple ring to a glamorous necklace studded with pearls and Swarovski crystal.
But getting the right accessories is a tricky business. Frequently, one can find an accessory that fits one's taste, but not one's pocket.
Members of Manik2 Cantik community group, whose name literally means beautiful beads, rise to this challenge by making their own accessories.
This online community of accessory lovers was established by Mia Gofar, a 35-year-old accessories designer and book writer. Since the online group's establishment in early 2007, the number of its members has continued to increase and it currently has more than 700 on the list.
Their products are proudly displayed on the group's website www.blog.manik-cantik.com.
There are flirtatious earrings made from colorful plastic beads, brooches from semi-pearls and rings studded with pastel-colored freshwater pearls.
If you want to learn accessory-making, you can see a short tutorial in the form of step-by-step pictures, useful for all beginners. But if you want to learn more complex techniques, just join up and become a member.
Every month, the group members routinely hold an internal workshop called M2C Beads Sunday to exchange knowledge. The workshops are usually based on discussions about trends and learning the different techniques involved in making accessories. At the workshops, skilled members are asked to become teachers.
Mia, who has so far published six books about jewelry-making using beads, and is currently living in Singapore, often visits Jakarta so that she can meet group members at the workshops.
Techniques frequently taught in the workshops include skills in jewelry-making, such as the techniques of simple stringing, wire working, seed bead working and wire crocheting.
"Wire style is the technique of making accessories using wire; usually this style of jewelry is more unusual and complicated. When you do seed bead work, the main material used is small sand beads. The technique employed can be weaving or sewing. Wire crochet is making jewelry using wire and applying the crochet technique," explained Mia.
You cannot only learn from your fellow members, you can also gain knowledge from special guests invited to these internal workshops. Mia said at the workshop in December 2008, the group had a special guest from Swarovski Indonesia and Swarovski Singapore who gave a presentation to all participants.
Apart from the routine workshops, to celebrate its first birthday last year, the group held a charity workshop for orphans.
"We invited along children from an orphanage to learn together how to make bracelets and brooches from beads . the children were very happy," Mia said.
The workshops have helped group members to improve their skills, as well as to produce jewelry for their own use; some members use their skills for business.
Retno Ekasari, 27, for example, who joined the group when it was first set up, used to sell bead bracelets to her friends on campus in 2000.
"At that time, I just did it for fun. But I realized its business potential when a friend bought a necklace I had made.
Since then, I started to deliver my work to friends for them to sell in their offices," said Retno, who has now become one of the moderators of the group's mailing list.
Together with other members of the group, or sometimes alone, Retno started to take part in bazaars and exhibitions to introduce her work. She then marketed her products online.
In the process, she did not only sell her jewelry, but also started selling equipment to make jewelry, such as beads, wire and thread. She now runs a jewelry-making course and employs a number of workers.
Mia, the owner of jewelry label Mia Gofar Jewelry, has marketed her work overseas. Mia's work often appears in articles about the hobby of jewelry-making using beads in overseas magazines.
Following Mia and Retno's path is not beyond reach.
According to Mia, the jewelry market sector is still wide open. Moreover, the situation is different from when she started to make bead accessories long ago; now, information on the subject has spread through magazines and books.
"As well as a casual hobby, this activity can also be useful to increase your income. For teenagers, it can become a source of pocket money. While for people who have a family, this can be an alternative source of income, without having to leave the children and go out to work," said Mia, who carries out her business of making accessories from home while looking after her three sons.
She said if you decided to establish a jewelry-making business, there were certain requirements that had to be met in order for the business to survive.
"The first is that you have to be able to read the market and its trends. The way to do this is by observing your customers' tastes, their reactions to your creations and by browsing on the Internet," Mia said.
"And the second requirement to produce accessories is that you must have a passion toward the jewelry you make. You shouldn't take part in this business just because you are influenced by trends or consider it easily done." |
posted by Mia @ 12:53 AM   |
|
|
|
| Biwa Pearl ? |
| Wednesday, February 11, 2009 |
Hai Manikers,
Ceritanya hari ini saya lagi bertekad untuk produktif nich, so, jadilah saya akhirnya duduk di meja kerja saya dan mulai mensortir beberapa projek yang sudah 90% selesai tapi belum diselesaikan, ataupun beruntai-untai mutiara yang belum atau tidak saya pakai. Setelah merapikan beberapa piece yang perlu dirapihkan, sampailah saya pada seuntai mutiara yang sedianya mau saya pakai untuk salah satu projek buku, tapi tidak lulus sensor karena very poor quality.
Untaian tersebut diberi label Biwa Pearls. Setau saya, berdasarkan referensi yang saya baca, Biwa pearl adalah salah satu jenis cultured fresh water pearls yang di budidayakan di danau Biwa, di Jepang. Dulu sangat terkenal dengan kualitasnya yang bagus, sekarang ini karena kondisi danau Biwa yang semakin kotor terpolusi, mutiara hasil budidaya dari danau Biwa ini sudah tidak sebagus sebelumnya. Demikian deskripsi dari Biwa Pearls.
Balik ke Biwa Pearls yang saya punya. Bentuknya koin, 10mm diameter, warnanya gelap. cantik, kalau saya bayangkan mutiara sejenis dengan kualitas yang lebih bagus. Tetapi punya saya ini terlihat ada beberapa bagian yang lapisannya terkelupas. Aneh kan? mosok mutiara air tawar ada coating yang terkelupas...makanya kemudian saya putuskan untuk tidak pakai dan cari referensi lebih lanjut.
So, hasil penjelajahan referensi saya, diantara metode2 untuk ngenalin mutiara imitasi dengan mutiara dari kerang, salah satunya menganjurkan untuk mengorbankan salah satu mutiara, untuk di teliti lebih jauh. So, dengan tidak ragu2 lagi, karena saya yakin mutiara yang saya punya ini bukan mutiara air tawar ataupun biwa, dari tampilan luar dan setelah menguliti hampir seluruh lapisan mutiara malang tersebut, saya yakin mutiara yang saya punya adalah manik kerang yang diberi lapisan coating serupa mutiara.
Dan memang manikers, setelah berkesperimen dengan palu dan si mutiara malang , saya simpulkan bahwa mutiara yang saya punya bukan mutiara air tawar, tetapi persis seperti dugaan saya semula, adalah manik kerang berbentuk koin yang diberi coating sehingga menyerupai mutiara.
Terus terang saya tidak tau apakah mmg ada klasifikasi imitasi mutiara Biwa di pasaran sekarang ini. Tetapi informasi ini saya bagikan untuk menghindari kekecewaan seandainya manikers berharap mendapatkan "the real Biwa coin Pearl" tapi ternyata imitasi kerang dengan mutiara coated yang didapat. Perhatikan satu persatu mutiaranya, terutama bentuk coin, kalau terlihat ada bagian yg terkelupas, bisa jadi mutiara tersebut adalah manik kerang yang diberi lapisan kilau serupa mutiara.
MG |
posted by Mia @ 11:16 AM   |
|
|
|
| Basic Bead Wire Crochet |
|

Nah Manikers, udah mulai butuh tantangan baru dalam hal beading? Jangan berhenti merangkai dong, tapi bereksplorasi lebih jauh dengan aneka macam teknik lain. Banyak teknik lain yang bisa dipakai untuk menghasilkan perhiasan unik dan cantik, salah satunya dengan mengaplikasikan teknik crochet (merajut dengan hook).
 Tekniknya sama dengan kalau kita merajut dengan wool menghasilkan sweater ataupun kaos kaki. Tapi kali ini yang kita hasilkan adalah perhiasan, dengan bahan dasar kawat, dan tentunya dengan menggunakan manik-manik sebagai bahan pelengkap. Asyiknya, untuk teknik dasar ini kita gak perlu bisa crochet sebelumnya, cukup punya tangan dengan jari2, dan punya hook-nya aja...:-)
So, buat yang kepingin belajar, bisa kontak aku via blog ini. Per email ya, jangan tinggalin message di shoutbox. |
posted by Mia @ 7:03 AM   |
|
|
|
| Memotivasi Diri Menjadi Pengusaha Manik-Manik |
|
Dear Manikers, Ini salah satu tulisan Kikie, member Manik2Cantik milist, yang seijin sang penulis saya masukkan kesini. Cukup menarik untuk disimak.. Have a nice Saturday everyone...
........................
Dear Manikers pernah nggak ngerasa seperti ini : "Duh... aku lagi BeTe berat nih, padahal minggu lalu baru dari mangga dua, belanja habis-habisan... maksud hati sih mau mulai serius lah bisnis aksesoris... eh sekarang tiba-tiba aja ngerasa nggak mood buat ngeronce. Nah lho kebayang donk... tuh manik-manik belum diapa-apain, duit sudah habis, modal tak kembali... suami sih nggak ngomel... tapi jadi nggak enak sendiri nih sekarang... cuma untuk mulai lagi kok susah ya... nggak dapet feelnya gitu deh" (Hehehe... duh kok banyak yang angkat tangan lagi ngerasa hal yang sama ya)
tapi ini perasaan yang wajar kok sahabat ^_^ kalau kita masih menekuni dunia ronce meronce ini sebagai hobi/pengisi waktu luang/ kegiatan iseng-iseng cari kesibukan. Perasaan gak mood, males, mati ide dan saudara-saudaranya... jadi hal yang sangat wajar terjadi. Saya sendiri juga sering meerasakan hal ini
Tapi coba kita ketemu dengan mereka-mereka yang sudah menjadikan ini sumber mata pencaharian satu-satunya, yang gak akan bisa bayar uang sekolah anaknya kalau nggak ada kalung yang laku terjual... atau terancam harus puasa 7x seminggu seandainya libur jualan manik-manik.. rasanya tiada hari tanpa manik-manik lho pren ^_^ mau lagi hujan deres, tanggal tua sepi pembeli, atau bahkan lagi nggak enak body teteup...manik-manik jadi hal utama yang selalu dikerjakan. Mereka bilang, kalau ide baru nggak muncul.. bikin lagi aja aksesoris dengan ide yang lama dalam nuansa warna beda... pokoknya tiada hari tanpa produksi.
Tapi apa iya ya, kita yang masih baru belajar jadi pengusaha ini nggak bisa ikutan punya semangat seperti mereka yang sudah manjadikan manik-manik bagian kehidupannya ^_^ ah sapa bilang nggak bisa sahabat, ada banyak cara kok untuk menunbuhkan motivasi itu diantaranya sbb:
1) Temui Nyonya atau Tuan Sinis Pernah nggak punya kenalan yang suka memandang sinis semua yang kita kerjakan? "deu paling males dah kie ketemu orang gitu... bisanya cuma memandang rendah orang lain" Kalau gitu temui orang itu sekarang, dan ceritakan tentang rencana kita untuk memulai usaha ini sahabat... ^_^ Percaya atau enggak, kadang rasa sakit hati karena di anggap tidak mampu, bisa jadi motivator paling handal my pren. Dan orang-orang ini bukan berarti musuh kita lho, bisa jadi mereka justru orang terdekat kita seperti sahabat, pasangan, orang tua... yang berani jujur berkata apa adanya ^_^
2) Hasrat Besar pengen punya uang sendiri Walaupun mungkin kita termasuk wanita yang beruntung, punya suami-suami yang royal atas pengeluaran kita... tapi teteup sensasi punya uang dari hasil jerih payah sendiri akan terasa sangat berbeda ^_^ Bukan hanya karena kita bisa membelanjakannya sesuka hati... tapi dengan uang yang kita hasilkan sendiri kita nggak perlu mikir dua kali untuk memberikan hadiah pada orang-orang tercinta: orangtua, saudara, guru, ponakan, sahabat.. serta mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Dan bisa melihat orang lain bahagia karena pemberian kita bener-bener jadi sesuatu yang luar biasa...
Keuntungan plus lainnya, dengan merasakan sendiri susahnya menghasilkan uang... kita jadi semakin menghargai uang itu sendiri lho pren ^_^ menjadi lebih bijaksana membelanjakan uang.
3) Sadari bahwa mereka punya (penghasilan tambahan) karena kita (ada kerjaan) Walaupun sepintas terlihat seperti usaha rumahan biasa, tapi saat ditekuni dengan sungguh-sungguh bisa jadi akan ada banyak orang yang secara tidak langsung bergantung pada bisnis kita lho sahabat ^_^ misalnya saja kalau Koleksikikie, punya : - Mbak Nur : asisten rumah tangga saya yang juga karyawati utama koleksikikie ^_^ mbak nur ini sudah jago lho bikin gelang, kalung name tag dan aksesoris sederhana, untuk tiap pekerjaan yang dihasilkan.. mbak nur dapet ongkos kerja yang tak jarang lebih besar dari gaji pokoknya ^_^ - Yana : pelajar SMEA yang sehari-hari bertugas mengemas bahan manik-manik dari berat kiloan jadi bungkusan yang lebih kecil. Tugas yang berat lho pren... karena, jenuh lho ngitung manik-manik tanpa henti dalam jangka waktu tertentu.. - Bang agus, yang bertugas melakukan penjemputan bahan dari suplier kalau agen utama alias saya sendiri berhalangan hehehe... - Abang tukang jahit kelliling komplek yang namanya tak ingin disebut hehehe.. tugasnya njahit tas kain yang jadi kemasan pembungkus kalung Belum lagi ada mas penjahit clutch, pembuat box kemasan, suplier manik-manik, kurir pengiriman barang jadi bisa dibayangkan kalau saya kerjanya males-malesan, maka ada sekian banyak orang yang akan berkurang penghasilan perbulannya. Duh langsung deh jadi merasa bersalah kalau lagi males bangun tengah malem... Semangaaaaaaaattt
4) BikinTarget Pribadi Tahun 2015 mau naik haji, bikin tabungan haji, iurannya perbulan sekian ratus ribu... mau nggak mau kita harus semangat, minimum bisa ngumpulin uang buat bayar iuran tabungan bulanan. Kalau lagi nggak pede, cepet-cepet ambil kaca dan yakinkan kalau kita bisa... harus bisa dan pasti bisa... (hehehe... jadi kaya motto kantor lama saya nih)
Hehehe kesannya buku banget ya, tapi saya justru belajar ini dari ibu saya, seorang istri pegawai negeri yang menghabiskan sepanjang hidupnya dengan hidup hemat demi bisa tenang di masa tua... dan menurut saya, ibu sudah berhasil. Jadi dengan penuh percaya diri saya pun membuat target pribadi, dari yang satu bulanan, satu tahunan, sampe sepuluh tahunan... dan jangan lupa untuk menceritakan cita-cita kita ini ke orang-orang, supaya kita makin terpacu untuk membuat langkah-langkah nyata mewujudkan cita-cita itu...(yang mungking saja salah satu diantaranya adalah mendapatkan segenggam berlian, tebak target 10 tahun lagi atau target bulan depan... hahahaha)
Manikers... ini sedikit sharing untuk menambah semangat ^_^ tulisan yang sama (dalam redaksi kalimat yang lebih gaul hehehe) juga saya muat di http://koleksikikie.multiply.com salam hangat, kikie
--
 |
posted by Mia @ 1:41 AM   |
|
|
|
| Aksesories Trend 2009 |
|
Hai Manikers.. Walaupun udah agak telat, tapi saya tetap mau mengucapkan selamat Tahun baru 2009, semoga kita semua dapat memasukin tahun baru ini dengan semangat baru, ide-ide baru, rencana baru yang insya Allah kita diberi kesempatan dan kamapuna untuk mewujudkannya. Amin. :-)
 So, seperti biasa, masuk tahun baru, ngintip trend baru dulu, paling utama. Secara singkat, trend aksesoris, dalam hal ini perhiasan yang terlihat atau istilah nya 'lagi ngetrend', antara lain: Statement Jewelry: dalam tahun ini , perhiasan digunakan untuk membuat 'statement', bisa di kalung, gelang, cincin atau pun perhiasan lain. Gaya yang dipakai bisa etnik, exotic, ataupun futuristik. Yang paling utama untuk statement jewelry ini adalah : BIG and BOLD.
 Tema untuk kalung: Untuk menghasilkan sebuah statement, bisa didapat dengan pemilihan desain dengan berdasar pada: Bentuk-bentuk geometri: kotak, trapesium dll. Bentuk2 terinspirasi dari nuansa etnik ataupun exotik Pemilihan warna yang kuat ataupun penggunaan batu-batuan
 Untuk Gelang: Bracelets, bangles and cuffs Gelang bisa bervariasi mulai dari sekedar rantai, ataupun bangles tebal. Bisa dikenakan di pergelangan tangan ataupun di pangkai tangan. Cuffs yang berukir motif sehingga menyerupai tatoo di tangan juga akan marak terlihat.
 Nah, keliatannya mirip2 sama trend 2008, mungkin aja. Yang ngebedain justru adalah baju yang kita kenakan sebagai padanannya. Kalau 2008 baju yang kita kenakan dimaksudkan untuk tidak menyaingi bold and big nya si jewelry, nah kalau 2009 kebalikannya, baju boleh aja bersaing 'ramai' dengan aksesories. Tinggal yang pakainya aja, berani apa nggak. Kalau lagi ngetrend sich, ok aja kali ya...
Yuk, coba kita implementasikan pada desain2 kita....
Salam Manik, Mia
**Artikel dan gambar disarikan dari: Fashioning.com http://www.fashionising.com/trends/b--Statement-Jewelry-SpringSummer-2009-Trend-1330.html** ***Pictures courtessy of Fashioning.com*** |
posted by Mia @ 1:07 AM   |
|
|
|
|